Konservasi Arsitektur

Conservation mean all the process of looking after place so as to retain its cultural significant.  It includes maintenance and may acording to circumstance include preservation, restoration, recontruction and adaptation, and will be commonly a combination of more than one these

( The Burra Charter for the Conservation of Place of Cultural Significance, 1981)

Devinisi Konservasi :

1. Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary).

2. Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall, 1982).

3. Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).

4. Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980).

5. Konservasi adalah segenap proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya terpelihara dengan baik (Piagam Burra, 1981).

6. Konservasi adalah pemeliharaan dan perlindungan terhadap sesuatu yang dilakukan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara pengawetan (Peter Salim dan Yenny Salim, 1991).

Jadi…

Konservasi arsitektur ialah suatu proses dalam pemeliharaan, pelestarian dan perlindungan, baik dalam hal suatu bangunan, lingkungan maupun kawasan yang telah ada dan terbangun sejak dahulu, kemudian diperbaiki dan dilestarikan dengan tujuan mencegah kerusakan atau bahkan kemusnahan, sehingga makna atau nilai historis yang terkandung di dalamnya tetap terjaga juga dapat digunakan serta bermanfaat untuk masa kini dan mendatang.

Contoh yang akan saya ulas dari konservasi aritektur ialah gedung Balaikota Bogor dan Stasiun kereta api Bogor..

Balaikota Bogor

Balaikota Bogor yang dulunya bernama Societeit terdapat di Jl. Ir. H. Juanda No. 10 dibangun pada masa kolonial Belanda dengan gaya Arsitektur kolonial Belanda pula dengan bentuk persegi empat dan mempunyai halaman yang cukup luas dengan dua pintu halaman  untuk masuk dan keluar, arah hadap bangunan ke arah selatan (jalan raya).

Awalnya bangunan ini digunakan sebagai markas Korem Surya Kencana. Pada tahun 1975 Korem Surya Kencana pindah ke jalan Merdeka dan bangunannya sekarang digunakan sebagai pusat pemerintahan di kota Bogor.

Fasade bangunan berwarna putih disertai dengan pilar – pilar yang ramping pada bagian muka bangunan, ber-atap rendah, dan pada badan bangunan menggunakan profil geometrik yaitu pada bagian dahi jendela dan pintu, sedangkan pada bagian kaki / bawahnya di beri sentuhan batu alam.

Area lahan bangunan seluas  +/- 9.060 m2  telah banyak mengalami renovasi baik pada area halaman dan bangunan itu sendiri sehingga terdapat penggabungan gaya arsitektur pada bangunannya yaitu arsitektur Sunda dan Eropa.  Saat ini bangunan berfungsi sebagai Kantor Pemerintahan Kota Bogor, dan sering pula digunakan untuk kegiatan-kegiatan khusus lainnya di Kota Bogor seperti upacara bendera saat peringatan HUT Kemerdekaan RI.

 

Stasiun Kereta Api Bogor…

Pada akhir abad ke-19, transportasi kereta api merupakan simbol dari kehidupan modern yang dinikmati kalangan bangsawan elit.

Kereta api mulai dikenal di wilayah Jawa pada tahun 1863.  Pada awal kiprahnya di hindia Belanda kereta api menjadi sarana angkutan untuk mendukung percepatan arus perdagangan hasil industri perkebunan. Tujuan pengangkutan ini adalah untuk kepentingan ekspor sejak era berlakunya tanam paksa.

Kereta api pada masa itu dianggap sebagai sebuah jawaban kebutuhan transportasi yang memadai. Karena sarana transportasi darat yang ada, yaitu Jalan Raya Pos (Groote-Postweg) tidak cukup. Jalan yang dibangun pada masa gubernur jenderal Daendels (1808-1811) itu dirasa kurang memadai lagi untuk mendukung kegiatan arus perdagangan.

Jalur kereta api yang pertama dibangun adalah rute Semarang menuju Yogyakarta. Berikutnya dibangun rute kedua yang menghubungkan Batavia (Jakarta) dengan Buitenzorg (Bogor).

Rute kedua ini dimulai pembangunannya pada tahun 1871. Pembangunannya dilakukan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) atau Netherlands East Indies Railway Company (sebuah perusahaan jawatan kereta api Hindia Belanda).

Setelah dibangun selama dua tahun, jalur ini akhirnya dibuka pada tanggal 31 Januari 1873. Jalur Batavia-Buitenzorg ini sangat menguntungkan tetapi disisi lain jalur ini terisolasi dengan jalur NIS lainnya. Yaitu jalur yang menghubungkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tahun 1875 pemerintah Hindia Belanda mulai terlibat dalam pembangunan jalan kereta api ini. Alasan kepentingan stategis menjadi dasar pemerintah melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan NIS. Kemudian pemerintah membentuk perusahaan kereta Staatsspoor- en Tramwegen in Nederlandsch-Indische. Perusahaan ini kemudian pada tahun 1913 membeli jalur Jakarta-Bogor dari NIS.

Selanjutnya kontruksi pembangunan rel kereta dari Bogor kembali diteruskan. Tahun 1881, bersamaan dengan difungsikannya Stasiun Bogor yang dibangun setahun sebelumnya. Jalur kereta di Bogor diteruskan kearah Cicurug. Kemudian berlanjut hingga mencapai Cilacap Jawa Tengah pada tahun 1888.
Perubahan dunia kereta api kembali terjadi di Bogor. Era baru yang mewarnai kereta api di Bogor itu terjadi pada tahun 1925. Yaitu dengan dibangunnya kereta jalur listrik yang menghubungkan antara Jakarta dengan Bogor. Jalur kereta listrik ini memiliki kapasitas 1500 Volts DC. Pengadaan kereta jalur listrik ini bertepatan dengan ulang tahun SS (Staatsspoorwegen) yang ke lima belas.

Peron Stasiun Bogor 1904

Peron Stasiun Bogor 1904

Peron Stasiun Bogor saat ini

Peron Stasiun Bogor saat ini

Stasiun Bogor

Stasiun Bogor

sumber…

http://ocw.gunadarma.ac.id/course/civil-and-planning-engineering/study-program-of-architectural-engineering-s1/konservasi-arsitektur/pengertian-konservasi

http://www.scribd.com/doc/47308128/seminar-Balaikota-Bogor

http://www.kotabogor.go.id/pariwisata/objek-wisata/gedung-balaikota

http://kampoengbogor.org/2009/03/awal-mula-jalur-kereta/

http://kampoengbogor.org/bingkai/bogor-tempo-doeloe/?show=gallery&nggpage=2

 

2 thoughts on “Konservasi Arsitektur

  1. Ping-balik: Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta: Oasis Satwa Langka di Kota … | bijak.net

  2. Ping-balik: Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta: Oasis Satwa Langka di Kota … | inspirasi.me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s