Hukum Perburuhan

Perburuhan merupakan suatu kejadian dimana seseorang, biasanya disebut buruh, bekerja kepada orang lain, biasanya disebut majikan, dengan menerima upah dengan sekaligus mengenyampingkan persoalan antara pekerja bebas dan pekerjaan yang dilakukan dibawah pimpinan (bekerja pada) orang lain, dan mengenyampingkan pula persoalan antara pekerjaan dan pekerja.

Pengaturan hukum perburuhan tercantum pada Undang Undang, yaitu UU  dan no.12 thn. 1948 tentang kriteria status dan perlindungan buruh, dan no.13 th.2003 tentang ketenagakerjaan

Unsur dari perburuhan terdiri dari ; serangkaian peraturan, peraturan mengenai suatu kejadian, adanya orang yang bekerja pada orang lain, adanya balas jasa yang berupa upah..

Seorang buruh/pekerja, haruslah mengetahui dan memahami isi dari peraturan-peraturan yg berisi tentang waktu kerja, upah, dan sanksi bila terjadi kesalahan (seperti pemotongan gaji atau skorsing atau bahkan pemecatan) juga agar mereka dapat mengetahui dan menyadari hak-hak apa sajakah yg harus mereka terima jika bekerja melebihi waktu yg telah ditetapkan/lembur.

Kewajiban pekrja atau buruh,

a) Melakukan pekerjaan yang dijanjikan menurut kemampuan yang sebaik-baiknya.
b) Melakukan pekerjaannya sendiri kecuali dengan ijin majikan dapat diganti dengan pihak ketiga.
c) Mentaati peraturan kerja dan tata tertib perusahaan
d) Buruh yang tinggal dengan majikan wajib mengikuti tatib majikan dalam rumah
e) Buruh wajib melakukan, maupun tidak berbuat segala apa yang dalam keadaan yang sama, patut dilakukan tau tidak diperbuat oleh seorang buruh yang baik.

Kewajiban pengusaha atau pemberi kerja,

a) Membayar Upah
b) Mengatur dan memelihara ruangan-ruangan, piranti-piranti, atau perkakas-perkakas dalam perusahaan
c) Memberikan jaminan kecelakaan atau jaminan perawatan karena sakit.
d) Wajib melakukan atau pun tidak berbuat segala apa yang dalam keadaan yang sama sepatutnya harus dilakukan atau tidak diperbuat oleh seorang majikan yang baik.
e) Wajib memberikan surat pernyataan pada waktu berakhirnya hubungan kerja atas permintaan dari si buruh.

Penggolongan Usia Tenaga Kerja :

Anak anak : kurang dari 14 tahun

Orang muda : 14 – 18 tahun

  • Anak anak tidak diperbolehkan untuk bekerja
  • Orang muda dan wanita tidak diperbolehkan bekerja pada malam hari, kecuali pekerjaan yang tidak bisa dihindarkan untuk kesejahteraan umum
  • Orang mudan dan wanita tidak diperbolehkan bekerja didalam tambang, lubang, dalam tanah untuk mengambil logam dan sebagainya
  • Orang muda dan wanita juga tidak diperbolehkan bekerja yang berbahaya, demikian pula pada tempat atau pekerjaan yang membahayakan kesusilaan.

Waktu kerja :

  • Siang = 06.00 – 18.00  malam = 18.00-06.00
  • 1 minggu = 6 hari kerja, untuk kerja tambahan (lembur) pekerja berhak meminta upah tambahan.
  • Buruh pekerja tidak boleh lebih dari 7 jam dalam 1 hari
  • Buruh pekerja tidak boleh lebih dari 40 jam seminggu
  • Setelah bekerja 4 jam terus menerus, harus ada istirahat dan jam istirahat tidak dianggap jam kerja. Dalam tiap minggu sedikitnya ada 1 hari istirahat
  • Waktu kerja lembur tidak diperbolehkan lebih dari 54 jam. Apabila pekerjaan tersebut membahayakan badan maka tidak diperbolehkan.

Cuti :

  • Cuti adalah 2 minggu (12 hari kerja) tiap tahun, karena telah bekerja 11 bulan berturut-turut
  • Tiap 6 tahun ada cuti panjang selama 3 bulan
  • Buruh perempuan, pada 1 dan 2 hari haid berhak istirahat
  • Cuti sedikitnya 1,5 bulan sebelum melahirkan dan atau 1,5 bulan sesudah melahirkan. Apabila keguguran, diperpanjang selama 3 bulan demi kesehatan
  • Selama waktu kerja diperbolehkan mengambil waktu untuk mengasuh bayi
  • Tempat kerja dan perumahan pekerja yang disediakan majikan harus memenuhi syarat
  • Selama cuti tahunan, buruh tetap mendapatkan upah.

Pengupahan :

  • Upah merupakan hak pekerja atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha sesuai dengan perjanjian kerja.
  • Pekerja atau buruh memperoleh penghasilan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
  • Upah yang diberikan pada pekerja harus sesuai dengan upah minimum
  • Upah tidak dibayarkan apabila pekerja tidak melakukan pekerjaannya, kecuali,

a)      Sakit, upah yang diberikan pada pekerja yang sakit adalah, 4 bulan pertama dibayar 100 % dari upah,, 4 bulan kedua dibayar 75 % dari upah,, 4 bulan ketiga dibayar 50 % dari upah,, dan untuk bulan selanjutnya dibayar 25 % dari upahsebelum PHK.

b)      Sakit pada hari pertama dan kedua haid(bagi perempuan)

c)      Pekerja menikah, mengkhitankan, dll

d)     Sedang menjalankan tugas Negara

e)      Menjalankan ibadah

f)       Sedang melaksanakan hak istirahat

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) :

  • Merupakan pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan kewajiban antara pekerja dan pengusaha.
  • Apabila terjadi PHK, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon, penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak

 

One thought on “Hukum Perburuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s