Pengaruh Tugas Seorang Arsitek Terhadap Lingkungan

Pembangunan yang terjadi di Indonesia saat ini berlangsung sangat pesat, tumbuhnya kawasan-kawasan industri, perumahan, perdagangan, wisata dan budaya serta gedung-gedung yang tentunya tidak lepas dari peran para arsitek sebagai penggagasnya.

Apabila kita cermati fenomena yang berkembang saat ini di masyarakat, baik buruknya perkembangan kota dan bangunan pengisinya tersebut yang dituding paling bertanggung jawab adalah arsitek. Pada satu sisi, kondisi ini merupakan hal positif bagi para arsitek apabila rancangan yang dihasilkan dapat memenuhi keinginan masyarakat pengguna, tetapi dapat juga menjadi musibah bagi para arsitek apabila rancangan yang dihasilkan membawa ketidak nyamanan bagi pengguna dan banyak orang di lingkungannya. Keduanya membawa dampak moral yang terus akan mengikuti para arsitek penggagasnya selama bangunan/obyek rancangannya masih berdiri.

Pengaruh baik tugas seorang arsitek terhadap lingkungan

  1. Memperhatikan hubungan antara ekologi dan arsitektur, yaitu hubungan antara massa bangunan dengan makhluk hidup yang ada disekitar lingkungannya, tak hanya manusia tetapi juga flora dan faunanya. Arsitektur sebagai sebuah benda yang dibuat oleh manusia harus mampu menunjang kehidupan dalam lingkugannya sehingga memberikan timbal balik yang menguntungkan untuk kedua pihak. Pendekatan ekologis dilakukan untuk menghemat dan mengurangi dampak  – dampak negatif yang ditimbulkan dari terciptanya sebuah massa bangunan, akan tetapi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Contoh terapannya yaitu, munculnya trend green design.
  2. Memberikan dampak pada estetika bangunan
  3. Dapat memberikan pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota.
  4. Memperhatikan kondisi lahan yang akan dibangun. Sebagai contoh bila bangunan akan didirikan pada lahan yang memiliki kemiringam, maka dengan pendekatan ekologis bisa dicarikan solusinya seperti memperkuat pondasi, atau menggabungkan unsur alam pada lingkungan dengan bangunan yang ada sehingga semakin estetis bangunan yang tercipta.

Contoh studi kasusnya ialah pada bangunan perpustakaan UI yang ramah lingkunan (artikel tulisan sebelumnya..https://ismiy.wordpress.com/2010/10/20/bangunan-arsitektur-ramah-lingkungan-4/  ), yaitu dengan memaksimalkan penggunaan cahaya matahari pada siang hari, banyaknya material kaca yang dapat dipilih untuk memaksimalkan cahaya matahari supaya dapat memasuki ruangan tanpa terasa panas, pengunaan material – material yang ramah lingkungan.

perpus UI

perpus UI


Pengaruh buruk tugas seorang arsitek terhadap lingkungan

Pengaruh buruk didsini, merupakan kekurangtelitian arsitek dalam melakukan tugasnya dalam membangun..

Contoh studi kasusnya ialah bangunan green arsitektur, yang tidak menciptakan tema green itu sendiri. Contohnya, bangunan di Kemang, yang seharusnya bangunan dibangun 20 % dan memiliki lahan terbuka hijau 80 %. Namun saat ini kemang menjadi kawasan area bisnis yang sensasional, yang hanya memiliki lahan terbuka hijau menjadi 20%, dan umumnya penuh dengan bentuk masif yang hanya mengejar estetika belaka.

kemang residence

kemang residence

Kemang-Banjir

Kemang-Banjir


 

 

 

akibat dari pembangunan yang kurang memerhatikan lahan terbuka hijau, menagakibatkan banjir pada kawasan lainnya..

contoh studi kasus lainnya ialah pada jebolnya tanggul Situ Gintung karena banyaknya curah hujan yang terjadi dan perkiraan para peneliti akan maraknya pembangunan tempat wisata ataupun bangunan komersial lainnya disekitar tanggul Situ Gintung yang seharusnya menjadi tanah resapan bagi tanggul tersebut.

tanggul situ gintung yang jebol

tanggul situ gintung yang jebol

KESIMPULAN

Merancang dengan memperhatikan lingkungan tanpa membahayakan lingkungan, diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang luar biasa terhadap lingkungaan. Seorang arsitek harus banyak belajar dan belajar dan berusaha tidak egois dalam merancang. Kalau dilihat dari sudut pandang lain, memang hampir tidak ada yang tanpa resiko. Membangun tapi merusak lingkungan, tanpa membangun kita juga tidak akan maju. Karena itulah arsitek diharuskan untuk tidak hanya belajar dan memahami, tapi merancang dengan menerapkan seluruh apa yang sudah dipelajari dan ketahui, tidak egois dan mencintai lingkungan sekitarnya seperti ia mencintai dirinya sendiri, dan juga dituntut untuk mengerti akan segala seluk beluk bangunan,site dan lingkungan, dampak positif dan dampak negatif pun sangat mempengaruhi arsitek tersebut, tetapi memang sangat disayangkan, orang-orang sekarang ini terlahir dengan sifat ego yang tinggi, yang penting hanya ingin menang ( tidak mau kalah) tanpa memikirkan lingkungan sekitarnya.

 

One thought on “Pengaruh Tugas Seorang Arsitek Terhadap Lingkungan

  1. kalo sudah berbicara tentang masalah banjir dan jebolnya situ gintung itu sudah sangat kompleks kayanya. bukannya hanya pengaruh dari perencana (arsitek) tapi aspek2 lain yang terlibat seperti badan hukum yang membiarkan itu bisa terealisasikan.

    kayanya harus nulis “pengaruh seorang civil engineer terhadap lingkungan” nih

    ismi blog’a udah pindah dari http://www.amiboyz.co.cc ke amiboyz.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s